AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

Standar

Diantara syari’at Islam yang harus diyakini dan harusnya juga dilaksanakan adalah bahwa Islam dibangun diatas Perintah dan Larangan. Artinya, apa yang diperintah harus dikerjakan, karena akan mendatangkan kebaikan, keberkahan, kasih sayang dan ridho Allooh سبحانه وتعالى di dunia dan di Hari Akhirat. Yang lainnya adalah Larangan, yaitu sesuatu yang harus dihindari, dijauhi, dicegah dan dihentikan; karena sesungguhnya jika larangan ini tetap dikerjakan maka Allooh سبحانه وتعالى akan menjadi murka, akan menurunkan adzab-Nya, bahkan mengancam pelakunya untuk dihukum dan diadzab di dunia maupun di Hari Akhir. Bahkan jika dibiarkan kemunkaran ini maka bisa jadi akibatnya bukan saja pada pelakunya, tetapi juga pada manusia pada umumnya, bahkan juga alam semesta.

Sayangnya, tidak sedikit dari Kaum Muslimin yang belum memahami hakekat ini, bahkan mengapriorikan dan mengabaikannya, sehingga terlantarlah syari’at ini. Bahkan yang terjadi adalah sebaliknya. Seharusnya, yang ma’ruf itu diperintahkan, diajarkan, didorong, dicontohkan, diberi hadiah, dipuji dan seterusnya. Tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.

Dan sebaliknya, Larangan terhadap kemunkaran mestinya kemunkaran itu dicela dan mestinya pelaku kemunkaran itu dihukum sampai pada fasilitatornya. Kemunkaran itu harusnya dicegah, dilarang, diancam pelakunya dengan hukuman, dicela pelakunya, dicibirkan pelakunya, diasingkan pelakunya, diperbaiki, direhabilitasi, diluruskan, diajak kembali pada jalan Allooh سبحانه وتعالى agar mereka bertaubat; tetapi justru yang ada adalah sebaliknya.

Maka dari itu, apa yang kita rasakan, apa yang kita dapati adalah sebaliknya pula. Seharusnya kita menjadi manusia yang mendapat pahala, tetapi malah menjadi berdosa. Seharusnya kita menjadi manusia yang mendapat keberkahan, tetapi malah Allooh سبحانه وتعالى turunkan berbagai bencana. Harusnya negeri ini menjadi negeri yang baik dan mendapat pengampunan Allooh سبحانه وتعالى (baldatun thoyyibatun wa Robbun ghofuur), tetapi sebaliknya malah bencana nasional dan internasional muncul silih berganti. Berpindah dan bergantian, dari laut hingga gunung, dari kota hingga desa, dengan berbagai jenis petaka bahkan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Karena itu setiap kita hendaknya sesegera mungkin menyadari pentingnya amar ma’ruf nahi munkar dan sesegera mungkin melaksanakan prinsip-prinsip amar ma’ruf nahi munkar agar kita tidak menyesal karena terlambat.

About yunusmustofa

Mari berbagi ilmu disini.... وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

One response »

  1. Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah penghapus dosa.

    Siapa yang ingin menghapus dosa-dosanya, ikutlah serta dalam Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar. Dalam Hadits riwayat Imaam Al Bukhoory, dari salah seorang shohabat, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:

    فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِى أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْىُ عَنِ الْمُنْكَرِ

    Artinya:

    “Ujian seseorang ada pada keluarganya, pada hartanya, Dirinya dan anaknya dan tetangganya dan kaffaarohnya (pennghapusnya) adalah shiyaam, sholat, shodaqoh dan amar ma’ruf dan nahi mungkar”. (Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 7450 dan Imaam Al Bukhooryno: 525)

    Maksudnya, bahwa manusia itu diuji oleh keluarganya, oleh hartanya dan oleh tetangganya. Menghapus dosa-dosa dari fitnah (ujian) yang barangkali kita gagal menghadapinya, maka menghapusnya dengan sholat, shodaqoh, dan melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s