Standar

The WordPress.com Blog

As we mentioned last week, you can like and reblog posts directly from your reader, which displays a stream of all the updates published on all the blogs you follow from your WordPress.com account.

We’ve also brought the reblog button back to the toolbar that appears at the top of the screen when you’re logged into WordPress.com. Note that you’ll only see the like and reblog options while you’re looking at individual posts.

For example, you’ll see this on the left side of your toolbar while viewing http://en.blog.wordpress.com/2012/01/20/read-blogs:

And your toolbar will look like this while you’re browsing the home page of en.blog.wordpress.com:

How does reblogging work?

Reblogging is a quick way to share posts published by other WordPress.com users on your own blog. People have been reblogging others’ posts since blogging started, but our new reblogging system enables authors to retain greater control over their content.

When…

Lihat pos aslinya 312 kata lagi

JAGALAH HATI SEPANJANG HARI

Standar

Jangan pernah meremehkan suasana hati anda sebab kalau hati sedang dalam kondisi buruk, bisa merusak kesehatan bahkan bisa berakibat pada kematian, belum lama ini kasus memburuknya kesehatan mempercepat kematian ditengah masyarakat karena dipicu oleh suasana hati yang buruk.  Kondisi memburuknya suasana hati disebabkan banyak faktor, diantaranya putus asa, patah semangat secara sekilas tidak berbahaya namun bisa berakibat fatal. Gangguan umum yang berkaitan dengan suasana hati yang memburuk dalam beberapa bentuk seperti gangguan tidur, gangguan pada kulit, gangguan pada perut, tekanan darah, pilek, migran, sakit kepala yang disertai dengan mual dan gangguanpenglihatan, sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung dan membengkakan otak, tentu saja tidak semua jenis penyakit itu  berkaitan dengan suasana hati namun secara alamiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan kesehatan semacam itu lebih disebabkan faktor kejiwaan.

Putus asa, kekecewaan, depresi dan berbagai jenis penyakit yang menimpa banyak orang adalah suasana hati yang selalu diliputi oleh kekhawatiran akibat perasaan seperti cemas, takut, merasa tidak aman, ledakan emosional yang berlebihan dan berbagai tekanan yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang mendapatkan tekanan atau beban diluar batas kesanggupan dirinya, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan bunyi sirine sebagai tanda bahaya  sehingga memicu reaksi biokimia didalam tubuh, kadar andrenalin meningkat, reaksi tubuh meninggi, gula, kolesterol dan asam lemak bergerak ke dalam aliran darah, tekanan darah menjadi meningkat dan denyut jantung berdetak kencang. Glukosa berjalan menuju otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini membuat tubuh memburuk.  Semua perubahan yang terjadi pada tubuh dari keadaan yang semula sehat ke kondisi sakit disebut sebagai penyimpangan citra tubuh atau ‘Distortion of physique image’ adalah dampak dari suasana hati yang memburuk yang menyerang kondisi kesehatan tubuh.Â

Maka disinilah pentingnya arti ketenteraman hati bukan hanya membuat nyaman namun juga membuat tubuh anda menjadi sehat. Ketenteraman hati anda hanya bisa anda dapatkan dengan mendekatkan diri kepada Allah, semakin dekat anda kepada Allah dengan selalu mengingatNya maka semakin mudah hati anda menjadi tenteram. ‘Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.’ (QS. Ar-Raad 28)

TIPS MUDAH KETEMU JODOH

Standar

Sahabatku, Jodoh sudah ditakdirkan Allah, jodoh anda tidak akan kemana-mana dan akan datang jika waktunya tiba. Tugas anda hanyalah berusaha berdoa untuk segera menjemput jodoh anda. Jangan berputus asa dan bersabarlah dalam menjemput jodoh yang telah ditetapkan Allah.  Allah memberikan pilihan dalam memberikan jodoh untuk anda. Pertama, adalah cepat mendapatkan jodoh. Kedua, lambat mendapatkan jodoh. Pilihan ketiga, menunda mendapatkan jodoh sampai bertemu jodohnya diakhirat kelak. Apapun pilihannya jodoh yang ditentukan Allah, itulah yang terbaik bagi anda. Lantas bagaimana cara mudah bertemu jodoh?

Sahabatku, cara cepat bertemu jodoh adalah Perbaikilah diri dan tingkatkan ketaqwaan anda kepada Allah. Terkadang tanpa kita sadari, kita mendikte Allah tentang jodoh kita. Ketika datang seseorang yang mendekati kita untuk membangun hubungan yang serius mewujudkan keluarga sakinah, kita terburu-buru menolaknya, karena tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Cobalah, bila memang ada yang hendak serius tidak serta merta untuk ditolak namun dipetimbangkan terlebih dahulu sekaligus berdoa memohon petunjuk Allah, bisa jadi orang itu yang memang yang dikirim Allah untuk jodoh anda. Berprasangka baiklah pada Allah dan berprasangka baiklah kepada siapapun yang memang hendak berta’aruf dengan anda. Bisa jadi seseorang yang kita anggap buruk, dia adalah baik untuk kita dan yang kita anggap baik, dia adalah orang yang buruk untuk kita. Maka mohonlah yang terbaik menurut Allah maka terbaik pula untuk kita.

REALISTIS DAN MISTIS

Standar

Semakin berkembangnya kemajuan jaman sekarang ini, semakin membuat manusia itu dipermudah segala urusannya, sehingga tidak perlu lagi bersusah payah dalam melakukan kegiatannya. Sehingga seringkali pada akhirnya semua yang terjadi perputarannya sangat cepat sekali. Ambil misal untuk mengetahui informasi dari seluruh dunia dengan internet orang mudah mendapatkannya, makanan-makanan instant pun tersedia bagi siapa yang membutuhkan makanan tersebut dengan cepat

Kemajuan tegnologi adalah suatu yang memang realistis dirasa kalo kita lihat bagaimana pikiran manusia itu berkembang dengan pesatnya, dengan satu inovasi saja bisa dimanfaatkan sehingga bisa mengasilkan inovasi-inovasi baru lainnya. Inilah memang hebatnya manusia dengan semua pemikirannya.

Tapi disisi lain kalau kita lihat realita sekarang yang serba hebat itu, ternyata perkembangan semua itu dalam kehidupan bermasyarakat, tetap tidak bisa menghilangkan kalau boleh dibilang teknologi orang jaman dulu, yaitu ilmu mistis, yang dewasa ini juga ternyata sering dengan kemajuan tegnologi ternyata masih juga berjalan beriringan dalam realitas kehidupan kita.

Kita lihat, para caleg selain mengoptimalkan promosi mereka lewat kemajuan media informasi ternyata juga memanfaatkan yang berbau mistis ini juga untuk mendongkrak popularitas mereka, ini pengakuan beberapa paranormal yang secara langsung didatangi oleh mereka, terlepas akhirnya usaha mereka itu berhasil atau tidak. Contoh lain adalah saat seseorang itu kehilangan barang berharganya, mereka di satu sisi melapor ke pihak berwenang serta buat publikasi ke media tentang kehilangannya dia, eh tapi disisi lain juga datang ke paranormal untuk ditrawang barang tersebut supaya bisa ketemu, ini terbukti sering sampai sekarang kita lihat diperempat jalan ada saja orang buang kembang setaman, dan masih banyak hal lain

Yang jelas ternyata seiring dengan realitas kehidupan ini, ternyata dalam masyarakat kita tetap juga masih memakai cara-cara mistis untuk mewujudkan keinginannya tersebut, fenomena yang unik tapi nyata dalam kehidupan kita, selanjutnya bagaimana dengan kita ?

DOSA SYIRIK

Standar
“Hati-Hati dengan Dosa Syirik!”

 

Beberapa hari lalu, melalui dua orang menteri kabinetnya, saya mengirim pesan singkat kepada Presiden SBY: “Ada dua dosa yang cepat mendatangkan azab Allah SWT, yaitu dosa syirik dan meninggalkan amar makruf nahi munkar.”

Semoga pesan itu sampai kepada Presiden SBY.   Masalah tauhid dan dosa syirik, seperti kita sebutkan pada catatan yang lalu, merupakan masalah yang paling serius dalam kehidupan manusia. Syirik adalah kezaliman yang sangat besar, karena manusia yang diciptakan Allah, diberi rizki oleh Allah, diberi kehidupan oleh Allah, kemudian justru tidak tahu berterimakasih dan membuat sekutu yang lain bagi Allah.

Karena itu, Rasulullah saw mengajarkan sebuah doa untuk terhindar dari dosa syirik: “Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan Engkau dengan sesuatu, sedangkan aku mengetahui hal itu. Dan aku meminta perlindungan kepada Engkau dari tindakan menyekutukan-Mu dengan sesuatu dan aku tidak tahu.” (Allahumma inni a’udzubika min an usyrika bika syaian wa ana a’lamu; wa a’udzubika min an usyrika bika syaian wa ana laa a’lamu).

Dalam buku berjudul Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafii karya Dr. Muhammad Abdurrahman al-Khumais (diterjemahkan oleh Prof. Ali Musthafa Ya’qub) disebutkan sejumlah definisi syirik menurut sejumlah ulama mazhab Syafii.

Menurut al-Raghib al-Asfahani, “Syirik yang dilakukan manusia dalam agama itu ada dua macam. Pertama, syirik besar, yaitu menetapkan adanya sekutu bagi Allah, dan ini merupakan kekafiran yang terbesar. Kedua, adalah syirik yang samar (tidak jelas) dan kemunafikan.”

Al-allamah Ali as-Suwaidi al-Syafii berkata: “Ketahuilah, bahwa syirik itu adalah terjadi di Rububiyah, dan adakalanya terjadi di Uluhiyyah. Yang kedua ini dapat terjadi di dalam I’tiqad (keyakinan), dan juga dapat terjadi di dalam mu’amalat khusus dengan Allah.”

Imam Ahmad bin Hajar Ali Buthami al-Syafii mengingatkan bahwa iman itu bercabang-cabang, demikian juga dengan kekafiran dan kemusyrikan. Apabila orang menjalankan cabang-cabang iman tetapi juga menjalankan cabang-cabang kemusyrikan, maka ia disebut musyrik. Iman seseorang tidak akan diterima oleh Allah apabila hanya separuh-separuh; separuh iman, separuh kafir. Ia wajib tunduk seraya meyakini terhadap apa yang disebutkan oleh Al-Quran dan dibawa oleh Rasulullah saw, serta mengamalkannya. Orang yang beriman kepada sebagian ajaran Al-Quran dan tidak beriman kepadasebagian yang lain, maka dia termasuk kafir. Allah memperingatkan tentang orang-orang seperti ini:

“Orang-orang kafir itu mengatakan: “Kami beriman kepada sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain), serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman dan kafir). (QS An-Nisa :  150).

Menurut Imam Ahmad bin Hajar, mengucapkan dua kalimat syahadat saja tidak akan ada gunanya bagi mereka, sampai mereka mau mengamalkan isi maksud dari dua kalimah syahadat, yaitu melepaskan diri dari menyembah selain Allah dan hanya beribadah kepada Allah saja. Namun, beliau mengingatkan, agar tidak terburu-buru menuduh seseorang yang melakukan tindakan syirik sebagai kafir atau musyrik, sebelum menjelaskan kepada mereka tentang kekeliruan mereka tersebut. Barangkali mereka tidak memahami masalah tersebut karena kebodohannya. Apabila sudah dijelaskan tentang masalah syirik, tetapi tetap menjalankannya, maka barulah diperbolehkan menyebut mereka sebagai musyrik.

Peringatan Rasulullah saw dan para ulama tentang kemusyrikan ini sangat perlu kita camkan benar-benar, demi keselamatan keimanan kita masing-masing. Jangan sampai kita terjebak ke dalam dosa syirik, baik yang kita ketahui atau yang tidak ketahui, sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah saw. Sebab, syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah, kecuali orang itu benar-benar meninggalkan dosa syirik tersebut. Allah memperingatkan kita semua: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka pasti Allah akan mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka. Tidak ada orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS al-Maidah: 72).

QS al-Maidah ayat 72 ini diawali dengan penegasan Allah SWT: “Sungguh telah kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwa Allah ialah al-Masih Ibnu Maryam, padahal al-Masih sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.”

Pandangan Tauhid Islam ini sangat jelas, yakni tidak menjadikan manusia mana pun – termasuk Adam atau Isa a.s.– sebagai Tuhan atau anak Tuhan. Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah SWT untuk meluruskan pandangan dan kepercayaan kaum Nasrani tersebut. Doktrin trinitas yang mengakui Ketuhanan Yesus secara resmi diformulasikan dalam Konsili Nicea tahun 325 M. Bahkan, dalam konsili ini, pandangan Arius yang menyatakan bahwa Tuhan anak tidak sehakekat dengan Tuhan Bapak, ditolak oleh mayoritas peserta Konsili. Bahkan, dalam dekrit Nicea tersebut, Arius secara resmi dikutuk oleh Gereja. Konsili menerima pandangan Athanasius yang menyatakan bahwa Tuhan anak sehakekat (homoousios) dengan Tuhan Bapak.

Posisi Al-Quran memang sangat berbeda dengan Bibel. Sebagai kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi terakhir, Al-Quran memberikan kritik-kritik yang tegas dan jelas terhadap kepercayaan Yahudi dan Kristen. Posisi ini tentu tidak bisa sebaliknya. Karena Bible ditulis dan dirumuskan sebelum kedatangan Islam. Ibnu Taymiyah menyebut kaum Yahudi dan Kristen (Ahlul Kitab) sebagai kaum musyrik bil-fi’li, tetapi bukan musyrik bil-ismi. Dalam pandangan Islam, mereka disebut kafir ahlul kitab.

Jadi, dalam masalah keimanan, memang terdapat pandangan dan keyakinan yang sangat berbeda antara Islam dan Kristen. Sejak lahirnya Islam, masalah ini sudah sering diperdebatkan. Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri beberapa kali melakukan perdebatan dengan kaum Nasrani. Karena tidak mencapai titik temu, maka Nabi Muhammad saw diperintahkan agar mengajak kaum Nasrani untuk melakukan mubahalah (sumpah laknat), sebagaimana diceritakan dalam Surat Ali Imran ayat 61:

“Barangsiapa membantah engkau tentang (kisah Isa a.s.) itu, sesudah datang kepada mereka ilmu (yang meyakinkan), maka katakanlah (kepada mereka): Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah dijatuhkan kepada orang-orang yang dusta.”

Soal perbebadaan keyakinan antara Islam dan Kristen ini haruslah diakui. Bahkan diantara kaum Nasrani sendiri terjadi perbedaan yang sangat tajam sehingga mereka membentuk sejumlah agama, seperti Katolik, Protestan, Anglikan, atau Ortodoks. Tiap-tiap agama ada keyakinan masing-masing, yang tidak sama satu dengan lainnya, bahkan saling bertentangan. Seperti keyakinan umat Islam dan umat Kristen tentang posisi Nabi Isa a.s.

Dalam pernyataan Natal bersama antara Konferensi Wali-wali Gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), tahun 2006, dinyatakan: “Kelahiran Yesus mendatangkan sukacita besar. Sukacita itu melekat dalam diri setiap orang beriman yang mampu menghayati hakikat dan makna kelahiran Yesus. Ia lahir sebagai manusia, menjadi senasib dengan manusia, dan terbuka menyambut semua orang yang datang kepada-Nya. Ia hadir di dunia untuk mewujudkan kasih Allah kepada manusia (1Yoh. 4:9).

Kasih Allah itu berpuncak pada kayu salib ketika Yesus menyerahkan nyawa untuk menanggung dosa seluruh umat manusia.” Selanjutnya dinyatakan: “Dalam hubungan dengan sesama baiklah kita memandang setiap orang dalam iman kepada Kristus. Dengan menyadari bahwa darah Kristus juga tercurah untuk mereka, maka setiap orang yang mengaku diri sebagai pengikut dan murid Kristus akan mengasihi orang itu, walaupun dalam kenyataannyaorang itu bersikap seperti musuh.”

Umat Islam tidak pernah menerima kepercayaan bahwa Nabi Isa a.s. mati di tiang salib, karena Al-Quran sudah menegaskan, “Mereka tidak membunuh Nabi Isa dan mereka tidak menyalibnya, melainkan seseorang yang diserupakan kepada mereka.” (QS an-Nisa: 157).

Perbedaan yang mendasar ini harus diakui. Dan Konsili Vatikan II (1962-1965) juga menyatakan penghormatannya terhadap keyakinan umat Islam terhadap Nabi Isa a.s.

Dikatakan, meskipun umat Islam tidak mengakui ketuhanan Yesus, tetapi menghormatinya sebagai Nabi. Umat Islam juga menghormati keyakinan kaum Kristen tersebut, meskipun tentunya sangat berbeda secara mendasar dengan keyakinan umat Islam sendiri. Karena itu, tidaklah masuk akal ada yang menyatakan, bahwa semua agama adalah benar.

Pernyataan semacam ini jelas-jelas membenarkan pandangan yang oleh Al-Quran sudah dinyatakan sebagai pandangan kufur atau syirik.

Banyak yang sekarang ini mencoba mengecilkan masalah iman dan kemusyrikan. Ada yang menulis dalam bukunya, bahwa Thomas Alfa Edison akan masuk sorga karena sudah berjasa bagi umat manusia dengan menemukan lampu. Padahal, urusan sorga atau neraka adalah urusan Allah. Islam tidak berbicara kepada perorangan Yahudi atau Kristen, tetapi memberikan kritik-kritik dan koreksi terhadap kepercayaan mereka. Kita tidak tahu, apakah Edison benar-benar orang baik. Kita tidak tahu persis perbuatan dia yang lain sepanjang hidupnya, selain penemuan lampu. Kita juga tidak tahu, apakah Edison pernah menerima risalah Nabi Muhammad saw secara benar, atau tidak pernah. Jika kriteria masuk sorga adalah karena menemukan lampu, maka kriteria itu adalah bikinan si penulis buku tersebut. Mungkin maksudnya sorga milik kakeknya sendiri.

Umat Islam diperintahkan untuk menghormati dan bermuamalah dengan baik terhadap sesama manusia, termasuk dengan pemeluk agama lain, selama mereka tidak menyerang umat Islam. Tetapi, umat Islam juga diperintahkan agar menjauhi dosa-dosa syirik. Karena itulah, kita perlu pandai-pandai meniti buih, agar selamat sampai ke seberang. Jangan sampai karena ingin dipuji sebagai orang yang toleran, akhirnya justru mengorbankan prinsip-prinsip keimanan. Mencampuradukkan keimanan atau ritual antar agama adalah tindakan yang berbahaya dari segi keimanan.

Tidak semestinya, hal ini dilakukan oleh umat Islam. Dalam perspektif inilah, mestinya fatwa MUI tahun 1981 yang mengharamkan perayaan Natal Bersama perlu diapresiasi. Fatwa ini bukan untuk merusak toleransi beragama, tetapi merupakan satu upaya para ulama untuk melindungi aqidah Islam dari kekufuran dan kemusyrikan, dalam pandangan Islam.

Fatwa ini sama sekali tidak mengharamkan umat Islam untuk bergaul atau bermasyarakat dengan kaum non-Muslim. Dan hal semacam itu tidak ada dalam kamus Islam. Islam adalah agama yang sejak awal sudah mengakui dan menghargai perbedaan. Seorang anak yang Muslim tetap diperintahkan berbuat baik kepada orang tuanya, meskipun berbeda agama. Tetapi, jangan sekali-kali bermain-main dalam masalah keimanan dan kemusyrikan.

Sebab, pertaruhannya sangatlah mahal.  Karena itu, sekali lagi, kita patut berhati-hati jangan sampai terjatuh ke dalam kemusyrikan. Peringatan Allah sangatlah jelas: bahwa Allah sangat murka jika diserikatkan dengan yang lain. Dalam suasana bencana dan musibah yang tiada henti sekarang ini, kaum Muslim, khususnya para pemimpin negara ini, patut merenungkan dengan mendalam masalah kemusyrikan ini. Jangan hanya sibuk mengandalkan ilmu geologi, meteorologi dan geofisika. Semuanya tidak mungkin terjadi kecuali dengan izin dan kekuasaan Allah SWT. Allah berkuasa menghentikan gempa, menghentikan lumpur panas, menenangkan gelombang lautan, dan memindahkan turunnya hujan.

Sekali lagi, kita mengimbau para pemimpin kita: Jangan bermain-main dengan dosa syirik! Tugas dan kewajiban kita hanyalah menyampaikan nasehat. Selanjutnya, terserah kepada mereka.

 

Nasehat

Standar
“Tuhan Kita: Allah!”

 

 

Salah satu pandangan yang senantiasa dilempar oleh kaum Pluralis Agama dalam ‘mengelirukan’ pemikiran kaum Muslim, adalah mengatakan, “semua agama adalah jalan yang berbeda-beda menuju Tuhan yang satu”.

Mereka mengatakan, soal nama “Yang Satu” itu tidaklah penting. Yang Satu itu dapat dinamai Allah, God, Lord, Yahweh, The Real, The Eternal One, dan sebagainya. Bagi mereka, nama Tuhan tidak penting. Ada yang menulis: “Dengan nama Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Penyayang, Tuhan Segala agama.”

Kita ingat, dulu, ada cendekiawan terkenal yang mengartikan kalimat syahadat dengan:  “Tidak ada tuhan (dengan t kecil), kecuali Tuhan (dengan T besar).

Tradisi yang tidak tahu dan tidak mempersoalkan nama Tuhan bisa kita telusuri dari tradisi Yahudi. Kaum Yahudi, hingga kini, masih berspekulasi tentang nama Tuhan mereka.

Dalam konsep Judaism (agama Yahudi), nama Tuhan tidak dapat diketahui dengan pasti. Kaum Yahudi modern hanya menduga-duga, bahwa nama Tuhan mereka adalah Yahweh. The Concise Oxford Dictionary of World Religions menjelaskan ‘Yahweh’ sebagai “The God of Judaism as the ‘tetragrammaton YHWH, may have been pronounced. By orthodox and many other Jews, God’s name is never articulated, least of all in the Jewish liturgy.” 

Karena tidak memiliki tradisi sanad yang sampai kepada Nabi Musa a.s. maka kaum Yahudi tidak dapat membaca dengan pasti empat huruf “YHWH”. Mereka hanya dapat menduga-duga, empat huruf konsonan itu dulunya dibaca Yahweh. Karena itu, kaum Yahudi Ortodoks tidak mau membaca empat huruf mati tersebut, dan jika ketemu dengan empat konsonan tersebut, mereka membacanya dengan Adonai (Tuhan).

Spekulasi Yahudi tentang nama Tuhan ini kemudian berdampak pada konsepsi Kristen tentang “nama Tuhan” yang sangat beragam, sesuai dengan tradisi dan budaya setempat. Di Mesir dan kawasan Timur Tengah lainnya, kaum Kristen menyebut nama Tuhan mereka dengan lafaz “Alloh”,  sama dengan orang Islam; di Indonesia mereka melafazkan nama Tuhannya menjadi “Allah”; dan di Barat kaum Kristen menyebut Tuhan mereka dengan “God” atau “Lord”.

Bagi orang Kristen, “Allah” bukanlah nama diri, seperti dalam konsep Islam. Tetapi, bagi mereka, “Allah” adalah sebutan untuk “Tuhan itu” (al-ilah). Jadi, bagi mereka, tidak ada masalah, apakah Tuhan disebut God, Lord, Allah, atau Yahweh. Yang penting, sebutan itu menunjuk kepada “Tuhan itu”. Ini tentu berbeda dengan konsep Islam.

Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, muncul kelompok-kelompok Kristen yang menolak penggunaan nama “Allah” untuk Tuhan mereka dan menggantinya dengan kata “Yahwe”. Tahun 1999, muncul kelompok Kristen yang menamakan dirinya Iman Taqwa Kepada Shirathal Mustaqim (ITKSM)  yang melakukan kampanye agar kaum Kristen menghentikan penggunaan lafaz Allah. Kelompok ini kemudian mengganti nama menjadi Bet Yesua Hamasiah (BYH). Kelompok ini mengatakan: “Allah adalah nama Dewa Bangsa Arab yang mengairi bumi. Allah adalah nama Dewa yang disembah penduduk Mekah.”

Kelompok ini juga menerbitkan Bibel sendiri dengan nama Kitab Suci Torat dan Injil yang pada halaman dalamnya ditulis Kitab Suci 2000.  Kitab Bibel versi BYH ini mengganti kata “Allah” menjadi “Eloim”, kata “TUHAN” diganti menjadi “YAHWE”; kata “Yesus” diganti dengan “Yesua”, dan “Yesus Kristus” diubah menjadi “Yesua Hamasiah”.

Berikutnya, muncul lagi kelompok Kristen yang menamakan dirinya “Jaringan   Gereja-gereja Pengagung Nama Yahweh” yang menerbitkan Bibel sendiri dengan nama “Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan ini”.  Kelompok ini menegaskan, “Akhirnya nama “Allah” tidak dapat dipertahankan lagi.”  (Tentang kontroversi penggunaan nama Allah dalam Kristen, bisa dilihat dalam buku-buku I.J. Setyabudi, Kontroversi Nama Allah, (Jakarta: Wacana Press, 2004); Bambang Noorsena, The History of Allah, (Yogya: PBMR Andi, 2005); juga Herlianto, Siapakah Yang Bernama Allah Itu? (Jakarta: BPK, 2005, cetakan ke-3).

Itulah tradisi Yahudi-Kristen dalam soal penyebutan nama Tuhan. Sayangnya, oleh sebagian kaum Muslim atau orientalis Barat, tradisi Yahudi dan Kristen ini kemudian dibawa ke dalam Islam. Pada berbagai terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris, kita menemukan tindakan yang tidak tepat, yaitu menerjemahkan semua lafaz Allah dalam Al-Quran menjadi “God”. Dalam konsep Islam,  Allah adalah nama diri (ismul ‘alam/proper name)dari Dzat Yang Maha Kuasa.

Maka, seharusnya, lafaz  “Allah” dalam Al-Quran tidak diterjemahkan ke dalam sebutan lain, baik diterjemahkan dengan “Tuhan”, “God”, atau “Lord”.

Beberapa terjemahan Al-Quran bahasa Inggris telah menerjemahkan lafaz Allah menjadi God. Misalnya, Abdullah Yusuf Ali – dalam The Holy Qur’an — menerjemahkan “Bismillah” dengan “In the name of God”.

Begitu juga, “Alhamdulillah” diterjemahkan dengan “Praise be to God”, dan “Qul Huwallahu ahad” diterjemahkan dengan “Say: He is God, the One and Only”. Kasus yang sama – penerjemahan nama Allah menjadi God – juga bisa dilihat dalam Terjemah al-Quran bahasa Inggris yang dilakukan oleh J.M.

Rodwell (terbitan J.M. Dent Orion Publishing Group, London, 2002. Terbit pertama oleh Everyman tahun 1909). Harusnya, kata Allah dalam al-Quran tidak diterjemahkan, karena “Allah” adalah nama. Seperti halnya kita tidak boleh menerjemahkan kata “President Bush” dengan “Presiden semak”, atau nama Menlu AS “Rice” dengan “Menteri Nasi”.

Menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, sesuai dengan konsep Pandangan Hidup Islam (Islamic worldview) yang bersifat otentik dan final, maka konsep Islam tentang Tuhan, juga bersifat otentik dan final. Itu disebabkan, konsep Tuhan dalam  Islam, dirumuskan berdasarkan wahyu dalam Al-Quran yang juga bersifat otentik dan final.

Konsep Tuhan dalam Islam memiliki sifat yang khas yang tidak sama dengan konsepsi Tuhan dalam agama-agama lain, tidak sama dengan konsep Tuhan dalam tradisi filsafat Yunani; tidak sama dengan konsep Tuhan dalam filsafat Barat modern atau pun dalam tradisi mistik Barat dan Timur. (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Prolegomena to the Metaphysic of Islam, (Kuala Lumpur: ISTAC, 1995).

Bait pertama dalam Aqidah Thahawiyah yang ditulis oleh Abu Ja’far ath-Thahawi (239-321H), dan disandarkan pada Imam Abu Hanifah, Abu Yusuf, Imam Syaibani, menyatakan: “Naquulu fii tawqiidillaahi mu’taqidiina – bitawfiqillaahi: Innallaaha waahidun laa syariikalahu.”  Dalam Kitab Aqidatul Awam – yang biasa diajarkan di madrasah-madrasah Ibtidaiyah – ditulis bait pertama kitab ini: “Abda’u bismillaahi wa-arrahmaani—wa bi-arahiimi daa’imil ihsani.” Ayat pertama dalam al-Quran juga  berbunyi “Bismillahirrahmaanirrahiimi”, dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tuhan, dalam Islam, dikenal dengan nama Allah. Lafaz  ‘Allah’ dibaca dengan bacaan yang tertentu. Kata “Allah” tidak boleh diucapkan sembarangan, tetapi harus sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah saw, sebagaimana bacaan-bacaan ayat-ayat dalam Al-Quran.

Dengan adanya ilmul qiraat yang berdasarkan pada sanad – yang sampai pada Rasulullah saw – maka kaum Muslimin tidak menghadapi masalah dalam penyebutan nama Tuhan. Umat Islam juga tidak berbeda pendapat tentang nama Tuhan, bahwa nama Tuhan yang sebenarnya ialah Allah.

Dengan demikian, “nama Tuhan”, yakni “Allah” juga bersifat otentik dan final, karena menemukan sandaran yang kuat, dari sanad mutawatir yang sampai kepada Rasulullah saw. Umat Islam tidak melakukan ‘spekulasi filosofis’ untuk menyebut nama Allah, karena nama itu sudah dikenalkan langsung oleh Allah SWT – melalui Al-Quran, dan diajarkan langsung cara melafalkannya oleh Nabi Muhammad saw.

Dalam konsepsi Islam, Allah adalah nama diri (proper name) dari Dzat Yang Maha Kuasa, yang memiliki nama dan sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat Allah dan nama-nama-Nya pun sudah dijelaskan dalam al-Quran, sehingga tidak memberikan kesempatan kepada terjadinya spekulasi akal dalam masalah ini. Tuhan orang Islam adalah jelas, yakni Allah, yang SATU, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang
serupa dengan Dia. (QS 112). Dan syahadat Islam pun begitu jelas: “La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah” — Tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah”. Syahadat Islam ini tidak boleh diterjemahkan dengan “Tidak ada tuhan kecuali Tuhan dan Yang Terpuji adalah utusan Allah”.

Kaum Muslim di seluruh dunia – dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda – juga menyebut dan mengucapkan nama Allah dengan cara yang sama. Karena itu, umat Islam praktis tidak mengalami perbedaan yang mendasar dalam masalah konsep ‘Tuhan’. Karen Armstrong menulis dalam bukunya:

“Al-Quran sangat mewaspadai spekulasi teologis, mengesampingkannya sebagai zhanna, yaitu menduga-duga tentang sesuatu yang tak mungkin diketahui atau dibuktikan oleh siapa pun. Doktrin Kristen tentang Inkarnasi dan Trinitas tampaknya merupakan contoh pertama zhanna dan tidak mengherankan jika umat Muslim memandang ajaran-ajaran itu sebagai penghujatan.” (Karen Armstrong, Sejarah Tuhan (Terj), 2001), hal. 199-200).

Bagi kaum Pluralis Agama, siapa pun nama Tuhan tidak menjadi masalah, karena biasanya mereka memandang, agama adalah bagian dari ekspresi budaya manusia yang sifatnya relatif. Karena itu, tidak manjadi masalah, apakah Tuhan disebut Allah, God, Lord, Yahweh, dan sebagainya. Mereka juga mengatakan, bahwa semua ritual dalam agama adalah menuju Tuhan yang satu, siapa pun nama-Nya. Nurcholish Madjid, misalnya, menyatakan, bahwa:

“…  setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. Ibarat roda, pusat roda itu adalah Tuhan, dan jari-jari itu adalah jalan dari berbagai Agama.” (Lihat, buku Tiga Agama Satu Tuhan,  (1999), hal. xix).

Seorang Pluralis pendatang baru, juga menulis dalam buku terbarunya, “Semua agama itu kembali kepada Allah. Islam, Hindu, Budha, Nasrani, Yahudi, kembalinya kepada Allah.”

Pandangan yang menyatakan, bahwa semua agama menyembah Tuhan yang sama, yaitu Allah, adalah pandangan yang keliru. Hingga kini, sebagaimana dipaparkan sebelumnya, di kalangan Kristen saja, muncul perdebatan sengit tentang penggunaan lafal “Allah” sebagai nama Tuhan. Sebagaimana kaum Yahudi, kaum Kristen sekarang juga tidak memiliki ‘nama Tuhan’ secara khusus. Kaum Hindu, Budha, dan pemeluk agama-agama lain juga tidak mau menggunakan lafaz “Allah” sebagai nama Tuhan mereka.

Kaum musyrik dan Kristen Arab memang menyebut nama Tuhan mereka dengan “Allah” sama dengan orang Islam.  Nama itu juga kemudian digunakan oleh Al-Quran. (Al-Quran memang menyebutkan, jika kaum musyrik Arab ditanya tentang siapa yang menciptakan langit dan bumi, maka mereka akan menyebut “Allah”. (Lihat QS 29:61, 43:87).

Tetapi, perlu dicatat, bahwa Al-Quran menggunakan kata  yang sama namun dengan konsep yang berbeda. Bagi kaum musyrik Arab, Allah adalah salah satu dari Tuhan mereka, disamping tuhan Lata, Uza, Hubal, dan sebagainya. Karen Armstrong menyebut, ketika Islam datang,  ‘Allah’ dianggap sebagai ‘Tuhan Tertinggi dala keyakinan Arab kuno’. (Lihat, Karen Armstrong, op cit, hal. 190).

Karena itu, dalam pandangan Islam, mereka melakukan tindakan syirik terhadap Allah. Sama dengan kaum Kristen,  yang dalam pandangan Islam, juga telah melakukan tindakan syirik dengan mengangkat Nabi Isa sebagai Tuhan. Karena itulah, Nabi Muhammad saw – sesuai dengan ketentuan QS al-Kafirun – menolak ajakan kaum musyrik Quraisy untuk melakukan penyembahan kepada Tuhan masing-masing secara bergantian.

Jadi, tidak bisa dikatakan, bahwa orang Islam menyembah Tuhan yang sama dengan kaum kafir Quraisy. Jika menyembah Tuhan yang sama, tentulah Nabi Muhammad saw akan memenuhi ajakan kafir Quraisy.

“Katakan, hai orang-orang kafir!  Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan  penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi peyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku.” (QS 109).

QS al-Kafirun ini menjadi dalil bahwa karena konsep Tuhan yang berbeda – meskipun namanya sama, yaitu Allah —  dan cara beribadah yang tidak sama pula, maka tidak bisa  dikatakan bahwa kaum Muslim dan kaum kafir Quraisy menyambah Tuhan yang sama. Itu juga menunjukkan, bahwa konsep Tuhan kaum Quraisy  dipandang salah oleh Allah dan Rasul-Nya. Begitu juga cara (jalan) penyembahan kepada Allah. Karena itulah, nabi Muhammad dilarang mengikuti ajakan kaum kafir Quraisy untuk secara bergantian menyembah Tuhan masing-masing.

Sebagai Muslim, kita meyakini, Islam adalah agama yang benar. Tuhan kita Allah, yang nama-Nya  diperkenalkan langsung dalam Al-Quran. Tidaklah patut kita membuat teori-teori yang berasal dari spekulasi akal, dengan menyama-nyamakan Allah dengan yang lain, atau menserikatkan Allah dengan yang lain, sebagaimana dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Pluralis Agama. Wallahu a’lam.

 

BAHAN UAS BHS INGGRIS

Standar

Wrinkles Give Clues To Bone Condition (6th June, 2011)

A new study shows that the depth of the wrinkles on a woman’s face could hold important clues about the health of her bones.

The research was conducted by the Yale School of Medicine in the USA.

It involved 114 women ranging in age from their late 40s to early 50s.

Lead researcher Dr Lubna Pal looked at the relationship between skin wrinkling and bone mineral density.

Dr Pal assessed wrinkles at 11 different places on the face and neck.

She also checked skin rigidity on the forehead and cheeks.

Pal said: “For the older patient, her bigger concern is what is happening to her skin.

The clinician’s concern is what is happening to her bones.

Our question was, can we fine-tune the patient to get a sense of the bone issues?”

Dr Pal says the study shows a definite connection between the thickness of a woman’s bones and the depth of her wrinkles.

She said women who had the deepest wrinkles were far more likely to have thinner bones. Having less dense bones means you have a greater chance of suffering from hip and other fractures.

These are common causes of non-disease-related death in older people.

The research suggests that instead of spending money on anti-aging and anti-wrinkle creams, women should invest in a bone density screening.

Dr Judith Turgeon said: “The cost of a fracture would far outweigh the cost of a screen like this.” It might even be the case your worry lines will decrease if you know you have strong bones.

 

Kerutan Beri Petunjuk Untuk Kondisi Tulang (6 Juni 2011)
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kedalaman kerutan di wajah seorang wanita bisa menahan petunjuk penting tentang kesehatan tulangnya.
Penelitian dilakukan oleh Yale School of Medicine di Amerika Serikat.
Hal ini melibatkan 114 wanita dengan kisaran usia 40-an mereka ke awal 50-an.
Peneliti utama Dr Lubna Pal melihat hubungan antara kerutan di kulit dan kepadatan mineral tulang.
Dr Pal dinilai keriput di 11 tempat yang berbeda pada wajah dan leher.
Dia juga memeriksa kekakuan kulit di dahi dan pipi.
Pal mengatakan: “Untuk pasien yang lebih tua, keprihatinannya yang lebih besar adalah apa yang terjadi pada kulitnya.
Keprihatinan klinisi adalah apa yang terjadi pada tulang-tulangnya.
Pertanyaan kita adalah, kita bisa menyempurnakan pasien untuk mendapatkan rasa masalah tulang? ”
Dr Pal kata studi ini menunjukkan hubungan yang pasti antara ketebalan tulang wanita dan kedalaman keriput nya.
Dia mengatakan wanita yang memiliki keriput terdalam jauh lebih mungkin untuk memiliki tulang yang tipis. Setelah tulang kurang padat berarti Anda memiliki kesempatan lebih besar menderita patah tulang pinggul dan lainnya.
Berikut adalah beberapa penyebab umum non-penyakit yang berhubungan dengan kematian pada orang tua.
Penelitian menunjukkan bahwa alih-alih menghabiskan uang untuk krim anti-penuaan dan anti-keriput, perempuan harus berinvestasi dalam skrining kepadatan tulang.
Dr Turgeon Judith mengatakan: “Biaya patah tulang akan jauh melebihi biaya dari layar seperti ini.” Bahkan mungkin menjadi kasus garis khawatir Anda akan berkurang jika Anda tahu Anda memiliki tulang yang kuat.

 

 

Meditation Better Than Pain-Killers (10th April, 2011)

Meditation can be better at relieving pain than the best pain-relieving drugs, according to a new report published in the Journal of Neuroscience.

The study into the effects of the mind and pain was led by Dr Fadel Zeidan in the USA.

The research looked at a technique called “focused attention,” which is a form of meditation where people focus their thoughts only on their breathing.

Dr Zeidan said: “This is the first study to show that only a little over an hour of meditation training can dramatically reduce both the experience of pain and pain-related brain activation”.

Zeidan added: “We found a big effect – about a 40 per cent reduction in pain intensity and a 57 per cent reduction in pain unpleasantness.”

The study involved a group of volunteers who had never meditated before.

They attended four 20-minute classes to learn about focused attention.

Before and after the meditation training, the researchers examined the participants’ brain activity using MRI (magnetic resonance imaging).

During the scans, a heat device was placed on their leg to create pain.

The MRI scans showed that after the meditation training, pain felt by every volunteer decreased from between 11 to 93 per cent.

Zeidan compared these results to medicines, saying: “Meditation produced a greater reduction in pain than even morphine or other pain-relieving drugs, which typically reduce pain by about 25 per cent.”

 

Better Than Sakit-Killers Meditasi (10 April 2011)
Meditasi dapat menghilangkan rasa sakit lebih baik daripada obat penghilang rasa sakit terbaik, menurut sebuah laporan baru yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience.
Penelitian menjadi efek dari pikiran dan nyeri dipimpin oleh Dr Fadel Zeidan di Amerika Serikat.
Penelitian ini melihat teknik yang disebut “perhatian terfokus,” yang merupakan bentuk meditasi di mana orang fokus pikiran mereka hanya pada napas mereka.
Dr Zeidan mengatakan: “Ini adalah studi pertama untuk menunjukkan bahwa hanya sedikit lebih dari satu jam pelatihan meditasi secara dramatis dapat mengurangi baik pengalaman rasa sakit dan nyeri yang berhubungan dengan aktivasi otak”.
Zeidan menambahkan: “Kami menemukan efek yang besar – sekitar penurunan 40 persen dalam intensitas nyeri dan penurunan 57 persen pada nyeri tidak menyenangkan.”
Penelitian ini melibatkan sekelompok relawan yang belum pernah bermeditasi sebelumnya.
Mereka menghadiri empat menit 20 kelas untuk belajar tentang perhatian terfokus.
Sebelum dan setelah pelatihan meditasi, para peneliti memeriksa aktivitas otak para partisipan dengan menggunakan MRI (magnetic resonance imaging).
Selama scan, perangkat panas ditempatkan pada kaki mereka untuk menciptakan rasa sakit.
Scan MRI menunjukkan bahwa setelah pelatihan meditasi, nyeri yang dirasakan oleh setiap relawan menurun dari antara 11-93 persen.
Zeidan dibandingkan hasil ini untuk obat-obatan, mengatakan: “. Meditasi menghasilkan penurunan lebih besar pada rasa sakit daripada morfin atau obat penghilang rasa sakit, yang biasanya mengurangi rasa sakit sekitar 25 persen”

 

 

 

 

 

 

Shopping Carts Covered in Bacteria (5th March, 2011)

A new study into the hygiene of supermarkets has found that shopping carts are dirtier than the store’s bathrooms.

Microbiologist Dr Charles Gerba of the University of Arizona conducted research on the handles of 85 carts in four American states.

He reportedly found bacteria from human waste on the handles of 72 per cent of them.

“That’s more than you find in a supermarket’s toilet,” Dr Gerba said.

He explained: “That’s because stores use disinfecting cleaners in the restrooms.

Nobody seems to routinely clean and disinfect shopping carts.

” Further, half of the carts in Dr Gerba’s study tested positive for E. coli bacteria, a nasty germ that can cause diarrhoea, vomiting and serious infection.

Professor Gerba is known as “Dr Germ” because of the number of studies he has done on bacteria and everyday objects.

His previous studies warned of bacteria on reusable shopping bags, airplane seat-back trays, ground-floor elevator buttons, water fountain toggles, computer keyboards, iPads and playground equipment.

He said just about anything touched by children has a high chance of contamination.

He advised people to wash reusable shopping bags after use, otherwise they’ll become full of “bacterial swamps”.

He added: “It’s like wearing the same underwear every day.”

Gerba said the best way to avoid getting sick from shopping trolleys is to wipe the handle with a disinfectant cloth and wash your hands often.

 

Top of Form

Shopping Carts yang tercakup dalam Bakteri (5 Maret 2011)
Sebuah studi baru ke dalam kebersihan supermarket telah menemukan bahwa shopping cart yang kotor dari kamar mandi toko.
Mikrobiologi Dr Charles Gerba dari Universitas Arizona melakukan penelitian pada 85 gerobak pegangan di empat negara bagian Amerika.
Dia dilaporkan menemukan bakteri dari kotoran manusia pada menangani dari 72 persen dari mereka.
“Itu lebih dari yang Anda temukan di toilet supermarket,” kata Dr Gerba.
Dia menjelaskan: “Itu karena toko gunakan pembersih disinfektan di toilet.
Tampaknya tidak ada yang secara rutin membersihkan dan mendisinfeksi shopping cart.
“Selanjutnya, setengah dari gerobak dalam studi Dr Gerba yang diuji positif untuk bakteri E. coli, kuman jahat yang dapat menyebabkan infeksi diare, muntah dan serius.
Profesor Gerba dikenal sebagai “Dr Germ” karena sejumlah studi yang telah dilakukan pada bakteri dan benda sehari-hari.
Penelitian sebelumnya memperingatkan bakteri pada tas belanja reusable, kursi pesawat kembali nampan, lantai dasar tombol lift, matikan air mancur, keyboard komputer, iPads dan peralatan bermain.
Dia mengatakan apa saja disentuh oleh anak-anak memiliki kesempatan tinggi kontaminasi.
Dia menyarankan orang untuk mencuci tas belanja dapat digunakan kembali setelah digunakan, jika tidak mereka akan menjadi penuh “rawa-rawa bakteri”.
Dia menambahkan: “Ini seperti mengenakan pakaian yang sama setiap hari.”
Gerba mengatakan cara terbaik untuk menghindari sakit dari troli belanja adalah untuk menghapus menangani dengan lap desinfektan dan mencuci tangan Anda sering.

Bottom of Form

 

 

 

 

 

 

Wrinkles Give Clues To Bone Condition (6th June, 2011)

1. The wrinkles on a woman’s face could hold important clues about the health of her bones.

2. The relationship between skin wrinkling and bone mineral density.

3. The clinician’s concern is what is happening to her bones.

4. Women who had the deepest wrinkles were far more likely to have thinner bones.

5. These are common causes of non-disease-related death in older people.

6. Women should invest in a bone density screening.

 

Kedalaman kerutan di wajah seorang wanita bisa menahan petunjuk penting tentang kesehatan tulangnya.
Hubungan antara kerutan di kulit dan kepadatan mineral tulang.
Keprihatinan klinisi adalah apa yang terjadi pada tulang-tulangnya.
Wanita yang memiliki keriput terdalam jauh lebih mungkin untuk memiliki tulang yang tipis.

Berikut adalah beberapa penyebab umum non-penyakit yang berhubungan dengan kematian pada orang tua.
Wanita harus berinvestasi dalam skrining kepadatan tulang.

 

Meditation Better Than Pain-Killers (10th April, 2011)

1. Meditation can be better at relieving pain than the best pain-relieving drugs,

2. A technique called “focused attention,” which is a form of meditation where people focus their thoughts only on their breathing.

3. That only a little over an hour of meditation training can dramatically reduce both the experience of pain and pain-related brain activation

4. A 40 per cent reduction in pain intensity and a 57 per cent reduction in pain unpleasantness.”

5. After the meditation training, pain felt decreased from between 11 to 93 per cent.

6. Meditation produced a greater reduction in pain than even morphine or other pain-relieving drugs

 

Meditasi dapat menghilangkan rasa sakit lebih baik daripada obat penghilang rasa sakit

Teknik yang disebut “perhatian terfokus,” yang merupakan bentuk meditasi di mana orang fokus pikiran mereka hanya pada napas mereka.
Hanya sedikit lebih dari satu jam pelatihan meditasi secara dramatis dapat mengurangi baik pengalaman rasa sakit dan nyeri yang berhubungan dengan aktivasi otak
Penurunan 40 persen dalam intensitas nyeri dan penurunan 57 persen pada nyeri tidak menyenangkan.
Setelah pelatihan meditasi, nyeri yang dirasakan menurun dari antara 11-93 persen.
Meditasi menghasilkan penurunan lebih besar pada rasa sakit daripada morfin atau obat penghilang rasa sakit

 

 

 

 

 

 

Shopping Carts Covered in Bacteria (5th March, 2011)

1. Shopping carts are dirtier than the store’s bathrooms.

2. Nobody seems to routinely clean and disinfect shopping carts.

3. Bacteria on reusable shopping bags, airplane seat-back trays, ground-floor elevator buttons, water fountain toggles, computer keyboards, iPads and playground equipment.

4. Anything touched by children has a high chance of contamination.

5. Advised people to wash reusable shopping bags after use.

6. The best way to avoid getting sick from shopping trolleys is to wipe the handle with a disinfectant cloth and wash your hands often.

 

Top of Form

Shopping cart lebih kotor dari kamar mandi toko.
Tampaknya tidak ada yang secara rutin membersihkan dan mendisinfeksi shopping cart.
Bakteri pada tas belanja reusable, kursi pesawat kembali nampan, lantai dasar tombol lift, matikan air mancur, keyboard komputer, iPads dan peralatan bermain.
Apa saja disentuh oleh anak-anak memiliki kesempatan tinggi kontaminasi.
Menyarankan orang untuk mencuci tas belanja dapat digunakan kembali setelah digunakan.

Cara terbaik untuk menghindari sakit dari troli belanja adalah untuk menghapus menangani dengan lap desinfektan dan mencuci tangan Anda sering.